Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2014

Paragraf

  Paragraf  
Paragraf adalah rangkaian kalimat yang disusun secara sistematis dan logis sehingga membentuk kesatuan pokok pembahasan. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan.

Syarat pembentuk paragraf :
1.Kesatuan(Unity)
Yang dimaksud dengan kesatuan (unity) adalah bahwa paragraf tersebut harus memperlihatkan dengan jelas suatu maksud atau sebuah tema tertentu. Kesatuan di sini tidak boleh diartikan bahwa saja hanya memuat satu hal saja. Sebuah alinea yang mempunyai kesatuan bisa saja mengandung beberapa hal atau beberapa perincian, tetapi semua unsur tadi haruslah bersama-sama digerakkan untuk menunjang maksud tunggal. Maksud tungggal itulah yang ingin disampaikan penulis dalam alinea itu (Keraf, 1980:67).
2.Kepaduan  (Koherensi)
koherensi atau kepaduan yang baik yaitu terjadi apabila hubungan timbal balik antara kalimat-kalimat yang membina paragraf tersebut, baik, wajar, dan mudah dipahami tanpa kesulitan. Pembaca dengan mudah mengikuti jalan pikiran penulis, tanpa merasa bahwa ada sesuatu yang menghambat atau semacam jurang yang memisahkan sebuah kalimat dari kalimat lainnya, tidak terasa loncatan-loncatan pikiran yang membingungkan (Keraf, 1980:75).
3.Perincian
Suatu paragraf perlu memperhatikan Urutan daftar isi paragraf.
4.Kejelasan (Kelengkapan)
Suatu paragraf dikatakan lengkap, apabila kalimat topik ditunjang oelh sejumlah kalimat penjelas. Tentang kalimat-kalimat penjelas ini sudah dibicarakan di bagian awal tulisan ini, yaitu pada unsur-unsur paragraf. Kalimat-kalimt penjelas penunjang utama atau penunjang kedua harus benar-benar menjelaskan pikiran utama.

Macam-Macam Paragraf 
1.Berdasarkan Fungsi
a. Paragraf Pembuka
Tiap jenis karangan akan mempunyai paragraf yang membuka atau menghantar karangan itu, atau menghantar pokok pikiran dalam bagian karangan itu. Sebab itu sifat dari paragraf semacam itu harus menarik minat dan perhatin pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yag sedang diuraikan.

b. Paragraf Penghubung
Yang dimaksud dengan paragraf penghubung adalah semua paragraf yang terdapat di antara paragraf pembuka dan paragraf penutup. Inti persoalan yang akan dikemukakan penulisan terdapat dalam paragraf-paragraf ini. Sebab itu dalam membentuk paragraf-paragraf prnghubung harus diperhatikan agar hubungan antara satu paragraf dengan paragraf yang lainnya itu teratur dan disusun secara logis.

c. Paragraf Penutup
Paragraf penutup adalah paragraf yang dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. Dengan kata lain paragraf ini mengandung kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalam paragraf-paragraf penghubung.

2.Menurut Posisi Kalimat
a. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif merupakan kalimat utama yang terletak di awal paragraf. Kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas yang berfungsi menjelaskan kalimat utama. Dengan cara menempatkan gagasan pokok pada awal paragraf, ini akan memungkinkan gagasan pokok tersebut mendapatkan penekanan yang wajar.

Contoh :
“Penggunaan bahan bakar Premium di Indonesia dapat dikatakan belum Adil. Perbedaan dalam penggunaan bahan bakar antara kalangan menengah kebawah dan kalangan atas belum seluruhnya merata.Seringkali bahan bakar premium ini digunakan oleh kalangan atas yang seharusnya menggunakan bahan bakar solar. Fakta-fakta di atas menunjukan bahwa belum adanya kesadaran diri untuk berlaku adil”.

Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diawal paragraf (Deduktif), yaitu Pemakaian bahan bakar Premium di Indonesia belum adil.

b. Paragraf Induktif
Paragraf ini dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan atau perincian-perincian, kemudian ditutup dengan kalimat utama. Paragraf ini dikembangkan dengan metode berpikir induktif, dari hal-hal yang khusus ke hal yang umum.
Contoh :
“masih seminggu lagi, tetapi harga sembako seperti beras, gula, dan lain-lain telah naik secara signifikan. Bahkan bahan pakaian dan pakaian jadi untuk berlebaran pun tidak ketinggalan dari kenaikan harga yang cukup tinggi. Kenaikan harga barang-barang selalu terjadi menjelang Lebaran pada setiap tahun”.
Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diakhir paragraf (Induktif), yaitu kenaikan harga barang-barang selalu terjadi menjelang Lebaran pada setiap tahun.

c. Paragraf Gabungan atau Campuran
Pada paragraf ini kalimat topik ditempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf. Dalam hal ini kalimat terakhir berisi pengulangan dan penegasan kalimat pertama. Pengulangan ini dimaksudkan untuk lebih mempertegas ide pokok karena penulis merasa perlu untuk itu. Jadi pada dasarnya paragraf campuran ini tetap memiliki satu pikiran utama, bukan dua.
Contoh :
“Internet merupakan salah satu sarana dalam mencari ilmu.Segala hal yang ingin kita ketahui dapat kita cari melalui  internet Dari internet kita bisa menambah pengetahuan maupun pengalaman. Jelaslah bahwa internet sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia”.
Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diawal paragraf, yaitu internet merupakan sarana utama dalam mencari ilmu. Sedangkan penegasan ide pokoknya terdapat dalam akhir kalimat, yaitu jelaslah bahwa internet sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.

d. Paragraf Tanpa Kalimat Utama
Paragraf ini tidak mempunyai kalimat utama. Berarti pikiran utama tersebar di seluruh kalimat yang membangun paragraf tersebut. Bentuk ini biasa digunakan dalam karangan berbentuk narasi atau deskripsi. Contoh paragraf tanpa kalimat utama:
Contoh :
“Enam puluh tahun yang lalu, pagi-pagi tanggal 30 Juni 1908, suatu benda cerah tidak dikenal melayang menyusur lengkungan langit sambil meninggalkan jejak kehitam-hitaman dengan disaksikan oleh paling sedikit seribu orang di pelbagai dusun Siberi Tengah. Jam menunjukkan pukul 7 waktu setempat. Penduduk desa Vanovara melihat benda itu menjadi bola api membentuk cendawan membubung tinggi ke angkasa, disusul ledakan dahsyat yang menggelegar bagaikan guntur dan terdengar sampai lebih dari 1000 km jauhnya”. (Intisari, Feb.1996 dalam Keraf, 1980:74)

Sukar sekali untuk mencari sebuah kalimat topik dalam paragraf di atas, karena seluruh paragraf bersifat deskriptif atau naratif. Tidak ada kalimat yang lebih penting dari yang lain. Semuanya sama penting, dan bersama-sama membentuk kesatuan dari paragraf tersebut.

3.  Paragraf Berdasarkan Isi
a.Paragraf Deskripsi
Paragraf Deskripsi ialah paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan kata-kata yang mampu merangsang indra pembaca. Artinya penulis ingin membuat pembaca melihat, mendengar maupun merasakan apa yang sedang mereka baca dari paragraf tersebut.

b.Paragraf Eksposisi
Paragraf Eksposisi Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan suatu topik kepada pembaca dengan tujuan untuk memberikan informasi sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Untuk memahaminya pun pembaca perlu melakukan proses berpikir dan melibatkan pengetahuan.

c.Paragraf Narasi
Narasi atau cerita adalah jenis karangan yang menceritakan suatu pokok persoalan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam narasi adalah
1. Biasanya cerita disampaikan secara kronologis.
2. Mengandung plot atau rangkaian peristiwa.
3. Ada tokoh yang menceritakan, baik manusia maupun bukan.

d.Argumentasi
Paragraf Argumentasi ialah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi). Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.
Semakin hari kini semakin mahal harga kebutuhan pokok. Tentunya menjadi salah satu hal yang menyulitkan bagi kita semua. Belum lagi masalah harga BBM yang dicanangkan akan naik dalam waktu dekat ini. Tidak hanya itu saja, biaya pendidikan yang tidak sedikit juga menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Pada tahun 2010 saja angka kemiskinan di negara ini telah melonjak hingga 10% dari tahun sebelumnya. Alasan alasan tersebutlah yang menjadikan hidup kita terutama rakyat miskin semakin terpuruk. Pastinya anda semua setuju bukan dengan tersebut.

e.Persuasi
Paragraf Persuasi ialah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta.
Contoh: “Banyak orang yang meremehkan sampah, bahkan  tidak terpikirkan hal yang akan ditimbulkan,walaupun banyak tempat sampah yang disediakan ,namun kepedulian masyarakat terhadap sampah sangatlah minim.Dari banyaknya masyarakat hanya segelintir orang  yang mendaur ulang sampah menjadi barang yang unik dan dapat di perjual belikan.Oleh karna itu marilah kita perduli terhadap lingkungan terutama sampah jadikan hal yang terlihat remeh menjadi barang yang berguna dan menguntungkan.”

Metode Pengembangan Paragraf
Berikut ini adalah beberapa metode pengembangan paragraf, yaitu:
1.Pengembangan paragraf klimaks dan antiklimaks
Pengembangan paragraf klimaks berarti menyusun alinea dari gagasan bawahan yang paling rendah kedudukannya kemudian berangsur-angsur ke gagasan lain sampai pada gagasan yang tertinggi kedudukannya atau kepentingannya.
Pengembangan paragraf antiklimaks yaitu pengembangan paragraf kebalikan dari pengembangan klimaks. 
2.Pengembangan paragraf sudut pandang
Urutan waktu: paragraf dikembangkan berdasarkan kronologis waktunya.
Urutan ruang: paragraf dikembangkan dari ruang yang terdekat kemudian secara berurutan digambarkan ruang di depan, di samping, di belakang, dan seterusnya. 
3.Pengembangan paragraf perbandingan dan pertentangan
Paragraf bisa dikembangkan dengan cara membandingkan atau mempertentangkan dua hal. Yang dibandingkan adalah dua hal yang sama tingkatnya dan kedua hal itu memang mempunyai persamaan dan perbedaan. 
4.Pengembangan paragraf Analogi
Paragraf dikembangkan dengan membandingkan dua hal yang memiliki persamaan bentuknya atau fungsinya. Bisa juga untuk membandingkan sesuatu yang harus dikenal umum dengan hal yang kurang atau dikenal umum sehingga hal ini bisa dipahami dengan jelas. 
5.Pengembangan paragraf Contoh
Pengembangan paragraf dengan memberikan contoh agar sesuatu hal yang terlalu umum bisa dijelaskan secara konkret. 
6.Pengembangan paragraf proses
Pengembangan paragraf dengan metode proses bisa dilakukan dengan cara menyusun secara teratur suatu proses kerja. Proses merupakan suatu urutan tindakan untuk menghasilkan sesuatu. Urutannya harus dijelaskan sesuai dengan tahapan kejadian secara kronologis dan menyeluruh. 
7.Pengembangan paragraf sebab-akibat
Pengembangan paragraf dengan menggunakan sebab-akibat, bisa dilakukan dengan menetapkan sebab sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangan. Namun bisa juga sebaliknya akibat sebagai gagasan utama sedangkan sebab sebagai perinciannya. 
8.Pengembangan paragraf umum-khusus
Pengembangan dari umum ke khusus akan menghasilkan alinea, sebaliknya pengembangan dari khusus ke umum akan menghasilkan alinea. Kedua cara ini merupakan cara pengembangan alinea yang paling umum dan banyak digunakan.
9.Pengembangan paragraf klasifikasi
Pengembangan dengan cara klasifikasi dilakukan dengan mengelompokkan suatu pokok permasalahan, dilanjutkan dengan merinci detail lagi bagian dari kelompok tersebut. 
10.Pengembangan paragraf definisi luas
Yang dimaksud pengembangan definisi luas ialah pengarang bermaksud memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah istilah atau hal (Keraf dalam Mudlofar 2002:102).


Refrensi: https://www.google.com/#q=syarat+pembentuk+paragraf
http://nhurelnuyyuabbass.wordpress.com/2012/12/23/makalah-pembentukan-paragraf/#more-113
http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Bahasa_Indonesia/Materi:Paragraf
http://tommysyatriadi.blogspot.com/2013/04/contoh-paragraf-persuasi-atau-persuasif.html

Dinar Dwi Cahya
Teknik Informatika

Sabtu, 09 November 2013

Contoh Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan.yang mempunyai struktur minimal yaitu subjek dan predikat.

1. Kalimat Majemuk Setara adalah kalimat majemuk yang terdiri atas beberapa kalimat yang setara/sederajat kedudukannya.Kalimat Majemuk Setara adalah penggabungan dari 2 kalimat / lebih dengan menggunakan kata hubung . contohnya:
a. Saya pergi ke kampus , adikku pergi ke sekolah sedangkan ibu pergi kepasar. 
    => Kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang bersamaan situasinya.
b. Dinar anak yang rajin , tetapi kakaknya pemalas.
c. Bukan permata yang dia cari,melainkan kebahagiaan hidupnya.
    => b.c merupakan kalimat majemuk yang berlawanan situasinya.
d. Kau mengerjakan bahasa dulu atau mengerjakan algoritma.
    => kalimat setara memilih
e. Ferry mendapat peringkat pertama dikelasnya karena dia anak yang rajin.
    => kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang isi bagian satu  
    menyatakan sebab akibat dari bagian yang lain.

2.  Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terjadi dari beberapa kalimat tunggal yang kedudukannya tidak setara/sederajat. contohnya:
a. Ayah sampai dirumah(induk kalimat).
    Saya sudah tidur(anak kalimat).
=> Ayah sampai dirumah ketika saya sudah tidur.
b. Andi lebih memilih memakan bubur sebab ia sakit gigi.
c. Ibu berolahraga ketika matahari mulai terbit dari barat.
d. Polisi tidak mengetahui bahwa koruptor telah melarikan diri meninggalkan Indonesia.
e. Saya telah selesai belajar ketika larut malam.
f. Dwi begitu berbakat sehingga dia memenangkan kompetisi itu.
g.Sisil sedih sebab orang yang dicintai tidak mencintainya.
h.Saya diam saja, seolah-olah tidak terjadi apapun.

Contoh Pola Kalimat:
1.S-P
a. Dinar sedang belajar.
b.Budi sedang tidur.
2.S-P-O
a. Saya sedang belajar  Agoritma.
b. Sinta makan nasi.
3.S-P-O-K
a. Dinar  minum  susu  vanilla setiap pagi.
b. Ibu memasak sayur setiap hari.
4.S-P-O-Pel-K
a.Saya sedang makan buah apel dikamar.
5.S-P-O-K
a.Saya minum jus alpukat dengan sedotan.
6.K-S-P-O
A. Setiap pagi saya sarapan roti coklat

Sabtu, 19 Oktober 2013

Kelebihan dan Kekurangan Mempelajari Bahasa Indonesia

Salah satu manfaat terbesar belajar bahasa adalah untuk keperluan berkomunikasi. Kehidupan manusia tidak mungkin dilepaskan dari kegiatan berkomunikasi. Apa pun bidang kegiatan yang akan diterjuni seseorang, pastilah dia tidak bisa menghindar untuk tidak berkomunikasi. Apalagi di masa sekarang dan mendatang di mana alat-alat canggih untuk berkomunikasi seperti komputer, ponsel, dan lain-lain,tentu akan semakin dahsyat dan menakjubkan perkembangannya.

Kelebihan dan Kekurangan mempelajari Bahasa Indonesia:

Kelebihan:
1.cukup mudah dipelajari oleh masyarakatnya sendiri
2.Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar kita dapat mengetahui berbagai jenis Ragam Bahasa
3.Dapat menggunakan bahasa sesuai dengan wadahnya(dengan siapa kita berbicara)
4.Berbahasa Indonesia membuat kita tahu jati diri kita
5.Sebagai pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa
6.Sebagai peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya ,meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
7.Sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah,
8.Sarana pengembangan penalaran,dan Sarana pemahaman beragam budaya Indonesia.

Kekurangan:
1.bahasa yang cukup sulit dipelajari bagi orang luar negri
2.penggunaan bahasa indonesia yang baku membuat pemikiran seseorang terhadap kita menjadi kaku
3.Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya, di dalam Bahasa Indonesia kita mengenal adanya EYD (Ejaan yang Disempurnakan), penulisan kata dan kalimat baku, penggunaan kalimat majemuk, dan sebagainya.
4. Adanya ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam Bahasa Indonesia, sehingga kita harus memahami apa arti ungkapan tersebut. Contoh: tangan kanan = orang kepercayaan.
5. Sulit untuk dipromosikan sebagai salah satu bahasa internasional, karena kita masih tertinggal dalam beberapa bidang seperti teknologi dan ekonomi, yang mana dua hal tersebut merupakan salah satu kriteria yang digunakan dalam menilai kelayakan suatu bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional.


Penggunaan Bahasa di Masyarakat/Keluarga

Bahasa merupakan salah satu faktor kemajuan bangsa karena bahasa merupakan sarana untuk membuka wawasan bangsa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi-teknologi yang berkembang, dengan kata lain, bahasa merupakan sarana untuk menyerap dan mengembangkan pengetahuan.

Namun yang kita pertanyakan "apakah kita telah menggunakan bahasa indonesia sendiri dengan baik?"
penggunaan bahasa secara lisan maupun tulisan dapat menjadikan gambaran seberapa baikkah bahasa yang kita gunakan


Contoh sederhana di kalangan keluarga kita menggunakan bahasa yang berbeda kepada orang tua dengan kakak/adik kita ,dengan orang tua mungkin kita berbicara dengan sopan namun belum tentu menggunakan bahasa  indonesia yang baik misalnya dengan dialeg bahasa daerah-daerah yang telah melekat pada diri keluarga.
Contoh lainnya di kalangan remaja, remaja lebih sering menggunakan bahasa yang tidak layak dan tidak sesuai dengan Bahasa Indonesia secara lisan maupun tulisan dalam berbagai situs dunia maya ,remaja-remaja menggunakan bahsa bahasa yang menurutnya gahul dan lebih in di kalangan mereka, sehingga menjadi kebiasaan mereka dalam berdialog sehari-hari.

Dari contoh-contoh ini sebenarnya menjadi cerminan diri kita sebagai Bangsa Indonesia, dan dengan bahasa-bahasa yang tidak sesuai menjadikan bangsa Indonesia minim dengn pengetahuan berbahasanya.

Bahasa Lebih Tajam Dari sebilah Pedang

Pada postingan kali ini saya akan membahas maksud dari pribahasa "Bahasa Lebih Tajam Dari Sebilah Pedang".

Pengertian bahasa sendiri yaitu merupakan alat komunikasi yang merupakan system lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap, dan saya dapat menyimpulkan maksud pribahsa yang mengatakan bahwa bahasa lebih tajam dari sebilah pedang adalah segala tuturkata yang terucap secara sengaja atau tidak sengaja yang dapat menimbulkan ketidaksamaan makna hingga dapat menimbulkan luka dihati pendengarnya.
Hanya dengan sekejab kita dapat membuat luka dihati orang lain yang mungkin takan terlupakan hanya dengan sepatah kata yang terucap .Sehingga kita harus berfikir sebelum kita mengungkapkan apa yang ingin kita ungkapkan agar tidak melukai hati seseorang karena ucapan anda bisa menjadi senjata yang akan menyerang anda sendiri.

Minggu, 06 Oktober 2013

Rangkuman Fungsi dari Bahasa

Pengertian Bahasa

Bahasa merupakan suatu alat yang digunakan utuk berkomunikasi, berinteraksi  antara manusia. Ide,gagasan ataupun pemikiran yang ingin di ungkapkan dapat kita sampaikan melalui alat ucap yang berupa system lambang bunyi  dengan menggunakan bahasa.Bahasa itu sendiri  terdiri dari kumpulan kata sehinnga mempunyai makna.

Aspek Bahasa

Bahasa terdapat tujuh aspek, yaitu:
1. Bahasa merupakan sebuah sistem artinya bahasa susunan kata-kata yang teratur dan jika kehilangan salah satu unsur akan merubah atau merancukan sebuah arti dalam kalimat.
2. Bahasa merupakan sistem tanda artinya sudah ada kesepakatan atau konvensi bahwa sebuah bahasa dapat mewakili suatu hal atau peristiwa yang dipahami bersama dalam satu. contoh: Kursi adalah sarana tempat duduk bagi manusia.
3. Bahasa merupakan sistem bunyi karena dasar dari bahasa adalah bunyi dan tulisan merupakan aspek atau alternatif kedua yang tidak kalah pentingnya.
4. Bahasa merupakan konvensi atau kesepakatan dari pengguna suatu bahasa.
5. Bahasa itu produktif, artinya bahasa intensitas penggunanya sangat tinggi dan vital.
6. Bahasa itu unik setiap bahasa mempunyi sistem yang berbeda,beragam penamaan & penggunaannya.
7. Bahasa merupakan identitas suatu kelompok sosial yang menggambarkan ciri budaya.

Fungsi Bahasa

1.  Bahasa sebagai alat erkespresi diri

Contohnya:mampu menggungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan.Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada dan pikiran kita unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu agar menarik perhatian orang lain terhadap kita,keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.

2. Sebagai alat komunikasi

Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga dan mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).

3. Alat untuk mengadakan imtegrasi dan adaptasi sosial

Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.

4. Sebagai alat kontrol sosial

Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran, buku-buku instruksi, ceramah agama (dakwah) .

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa

             ocw.gunadarma.ac.id/...of.../bahasa.../fungsi-bahasa
             Buku Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia (BSE).
             http://dwi-n10tangsel.blogspot.com/2010/09/aspek-bahasa.html

Labels

 

Dinar Dwi Cahya Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang